Study of Species Diversity and Conservation Status of Seized Birds from Lampung Fish and Plant Animal Quarantine Center

  • Sevira Nur Azmi Sevira Universitas Lampung
  • Elly Lestari Rustiati Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung
  • Akhir Santoso Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Lampung
Keywords: Birds, types, frequency, conservation status, illegal trade.

Abstract

Burung merupakan hewan yang penting karena memiliki fungsi ekologis yaitu membantu penyerbukan, penyebaran benih, dan mengendalikan hama serta secara ekonomi sebagai hewan peliharaan. Burung yang bernilai ekonomi cenderung menghadapi ancaman kepunahan akibat meningkatnya permintaan dan perdagangan burung. Faktor ekonomi, kurangnya pengetahuan tentang status konservasi dan peran burung menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman burung sitaan sehingga diketahui status ancaman populasinya, strategi penanganannya, dan upaya konservasi untuk menjaga kelestariannya. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara dan data tahunan dengan parameter jenis, asal daerah dan jumlah individu. Hasil yang diperoleh dijelaskan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan terdapat 76 jenis burung yang diperdagangkan secara ilegal dari 35 famili dengan total 35.979 individu. Burung sitaan berstatus NE (1%), NT (13%), VU (4%), EN (3%), CR (4%), dan LC (75%), kategori lampiran III (1%), lampiran II (9%), lampiran I (2%), dan NA (88%).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Balai Besar KSDA Jawa Timur. (2015). Akankah Perdagangan Burung Peliharaan Memicu Penyelundupan dan Mengancam Populasi Burung Liar?. Diakses tanggal 29 Desember 2023 dari https://bbksdajatim.org/akankah-perdagangan-burung-peliharaan-memicu-penyelundupan-dan-mengancam-populasi-burung-liar.php .
Balai Karantina Pertanian Provinsi Lampung. (2023). Kembali Gagalkan Penyelundupan 220 Ekor Burung Kicau, Karantina Lampung Janji Akan Tindak Tegas Pelaku. Diakses tanggal 30 Desember 2023 dari https://karantinalampung.com/berita/hewan/kembali-gagalkan-penyelundupan-220-ekor-burung-kicau-karantina-lampung-janji-akan-tindak-tegas-pelaku
BirdLife International. (2022). Country profile: Indonesia. Diakses tanggal 12 Januari 2024 dari http://www.birdlife.org/datazone/country/Indonesia .
Boinau, J., Sandalayuk, D., dan Puspaningrum, D. (2020). Keanekaragaman Jenis Burung Pada Berbagai Tipe Habitat Perkebunan Kakao. Journal Of forestry Research, 3(1), 11 – 22.
Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. (2021). Apalharpactes mackloti Endemik Sumatera Penghuni Taman Nasional Batang Gadis. Diakses tanggal 21 Januari 2024 dari https://ksdae.menlhk.go.id/artikel/9504/apalharpactes-mackloti-endemik-sumatera-penghuni-taman-nasional-batang-gadis.html
Guciano, M., Jumadh, M., Muksydayan, D., Santoso, A., Fatma, N., Krishnasamy, K., Wong, R., Armstrong, O., Pratiwi, D., Namaskari, N., dan Chng, S. (2023). Burung-Burung Sumatera dibawah Tekanan. Jakarta: Flight protecting birds.
Hadianto, B. (2023). “Proses Penyitaan Satwa yang Diselundupkan, Proses Hukum, Pengamanan Satwa, Hingga Pelepasliaran”. Hasil Wawancara Pribadi: 17 Januari 2024, Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Lampung.
Hamonangan, F.N., Dewi, B.S., Darmawan, A. (2019). Status konservasi burung: studi kasus di hutan Desa Cugung KPHL Model Rajabasa Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Sylva Lestari, 7(1), 52-61.
Hapsari, I., Purwanto, S.A. (2020). Negara dan ilegalitas: Studi kasus perdagangan burung di wilayah Jakarta. Jurnal Antropologi:Isu-Isu Sosial Budaya, 22(1), 01-09.
Iswandaru, D.,Khalil, A. R. A., Kurniawan, B., Pramana, R., Febryano, I. G., dan Winarno, G. D. (2018). Kelimpahan Dan Keanekaragaman Jenis Burung Di Hutan Mangrove KPHL Gunug Balak. Indonesian Journal of Conservation, 7(1), 57 – 62
Kurniawan, E., Harianto, S.P., Rusita. (2017). Studi wisata pengamatan burung (birdwatching) di lahan basah Desa Kibang Pacing Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 5(1), 35-46.
Mina, R. (2016). Desentralisasi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai alternatif menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup. Jurnal Arena Hukum, 9(2), 149-165.
Mutiara, D., Rizal, S. dan Royan, M. (2020). Jenis-jenis burung yang diperjualbelikan di Pasar Burung Palembang Sumatera Selatan. Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 17(1), 23-30.
Organisasi Burung Indonesia. (2023). Siaran Pers – Indonesia Kokohkan Gelar ”Negara dengan Spesies Burung Endemis Terbanyak di Dunia”. Diakses tanggal 20 Januari 2024 dari Siaran Pers – Indonesia Kokohkan Gelar “Negara dengan Spesies Burung Endemis Terbanyak di Dunia” - Burung Indonesia
Rumanasari, R.D., Saroyo., Katili, D.Y. (2017). Biodiversitas burung pada beberapa tipe habitat di kampus Universitas Sam Ratulangi. Jurnal MIPA Unsrat Online, 6(1), 43-46.
Tamar, I. M., Baskoro, K., Hadi, M., dan Rahadian, R. (2020). Keanekaragaman Dan Kelimpahan Jenis Burung Di Pusat Restorasi Mangrove Mojo Kabupaten Pemalang. Jurnal Bioma, 22(2), 121 – 129.
Widiawaty, M.A., Ismail, A., Dede, M., Nurhanifah. (2020). Modeling land use and land cover dynamic using geographic information system and Markov-CA. Geosfera Indonesia, 5(2), 210-220.
Published
2026-02-02
How to Cite
Sevira, S. N. A., Lestari Rustiati, E., & Akhir Santoso. (2026). Study of Species Diversity and Conservation Status of Seized Birds from Lampung Fish and Plant Animal Quarantine Center. Journal of Tropical Upland Resources (J. Trop. Upland Res.), 7(2), 1-13. https://doi.org/10.23960/jtur.vol7no2.2025.150