Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada Budidaya Kopi Agroforestri
Abstrak
Abstrak. Perkebunan kopi yang berada di sekitar hutan atau di areal Hutan Kemasyarakan (HKm) diharuskan menerapkan sistem agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada perkebunan kopi agroforestri. Penelitian ini menggunakan metode review dari berbagai pustaka serta menggunakan metode Focus Group Discussion. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dengan lahan kopi yang termasuk kesesuaian marginal maka faktor yang paling utama yang perlu ditingkatkan adalah terkait keadaan dan kesuburan lahan, termasuk penanaman pohon kayu dan MPTS, pemupukan, dan pemeliharaan lainnya yang belum mengacu kepada standar GAP. Tantangan lainnya yang dialami petani kopi dalam upaya peningkatan produktivitas adalah gejala perubahan iklim terutama mengakibatkan kekeringan kebun kopi.
Â
Kata kunci: agroforestri, kopi, kemarau, implementasi GAP
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Cramer, P.J.S. (1957). A Review Literature of Coffee Research in Indonesia from about 1602-1945. In: Wellman FL. (ed.). SIC Editorial. Inter-American Institute of Agriculture, San José, Costa Rica.
Diyasti, F. dan Mariani, Y. (2022). Identifikasi Semut Sebagai Langkah Awal Pengelolaan Yang Tepat. https://ditjenbun.pertanian.go.id/identifikasi-semut-sebagai-langkah-awal-pengelolaan-yang-tepat/
Evizal, R. (2023). Pertanian Regeneratif pada Perkebunan Kopi. Universitas Lampung.
Evizal, R., Prasmatiwi, E. P., Widagdo, S., & Novpriansyah, H. (2019). Adaptasi Budidaya Kopi di Lampung pada Perubahan Iklim. Seminar Dan Lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia, 14–21.
Evizal, R., & Prasmatiwi, F. E. (2020). Agroteknologi Kopi Grafting Untuk Peningkatan Produksi. Jurnal Agrotek Tropika, 8(3), 423–434. https://doi.org/10.23960/jat.v8i3.4088
Evizal, R., & Prasmatiwi, F. E. (2022a). Gejala produktivitas rendah dan pertanian degeneratif. Jurnal Agrotropika, 21(2), 75–85.
Evizal, R., & Prasmatiwi, F. E. (2022b). Nutrient Deficiency Induces Branch and Shoot Dieback in Robusta Coffee. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1012(012073), 1–7. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1012/1/012073
Evizal, R., & Prasmatiwi, F. E. (2023). Biochar: Pemanfaatan dan Aplikasi Praktis. Jurnal Agrotropika, 22(1), 1–12. https://doi.org/10.23960/ja.v22i1.7151
Evizal, R., Prasmatiwi, F. E., Sarno, Nawansih, O., Miswar, D., & Septiana, L. M. (2021). Penguatan Kelompok Tani Berbasis Produksi dan Agrowisata Kopi di Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 85–93.
Evizal, R., Prasmatiwi, F. E., Widagdo, S., & Novpriansyah, H. (2020). Etno-Agronomi budidaya kopi yang toleran variabilitas curah hujan. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 8(1), 49–59. https://doi.org/dx.doi.org/10.25181/jaip.v8i1.1392
Evizal, R., Sugiatno, ., & Prasmatiwi, E. P. (2015). Ragam kultivar kopi di Lampung. Agrotrop: Journal on Agriculture Science, 5(1), 80–88.
Evizal, R., Tohari, ., Prijambada, I. D., & Widada, J. (2012). Peranan pohon pelindung dalam menentukan produktivitas kopi. Jurnal Agrotropika, 17(1), 19–23.
Evizal, R., Tohari, ., Prijambada, I. D., Widada, J., Prasmatiwi, F. E., & Afandi, . (2010). Pengaruh tipe agroekosistem terhadap produktivitas dan keberlanjutan usahatani kopi. Jurnal Agrotropika, 15(1), 17–22.
Evizal, R, & Prasmatiwi, F. E. (2022). Coffee plantation characteristics of migrant farmers?: a case study in Tanggamus, Lampung, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1018(012035), 1–9. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1018/1/012035
Evizal, Rusdi. (2013). Etno-agronomi Pengelolaan Perkebunan Kopi di Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat. Agrotop, 3(2), 1–12.
Evizal, Rusdi, Sugiatno, Prasmatiwi, F. E., & Nurmayasari, I. (2016). Shade tree species diversity and coffee productivity in Sumberjaya, West Lampung, Indonesia. Biodiversitas, 17(1), 234–240. https://doi.org/10.13057/biodiv/d170134
FAO. (2016). A Scheme and Training Manual on Good Agriculture Practices (GAP) for Fruits and Vegetables. Volume 1 The Scheme – Standard and Implementation Infrastructure. FAO Regional for Asia and the Pacific, Bangkok.
Hanisah, Evizal, R., Yelli, F., & Sugiatno. (2020). Pengaruh formulasi biochar dan limbah kulit kopi terhadap pertumbuhan bibit kopi. Jurnal Agrotropika, 19(2), 102–109.
Indriasari, M. A. (2020). Kebijakan maksimum residue limit (MRL) pada kopi dan lada oleh Uni Eropa. Atase Perdagangan KBRI Brussel. Disampaikan pada Webinar DPP Sharing Session, 18 November 2020.
Kurniawan, H., Evizal, R., Septiana, L. M., & Rini, M. V. (2022). Pertumbuhan dan hasil kopi grafting robusta/liberika pada klon dan waktu pemupukan yang berbeda. Jurnal Agrotropika, 21(2), 131–140.
Muhammad, F. N., Rizali, A., & Rahardjo, B. T. (2022). Diversity and species composition of ants at coffee agroforestry systems in East Java, Indonesia: Effect of habitat condition and landscape composition. Biodiversitas, 23(7), 3318–3326. https://doi.org/10.13057/biodiv/d230702
Penabulu Foundation. (2023). Assessment of Environmental and Socio-Economic Dynamics in Coffee Supply Chain of Tanggamus Districts: Impact Analysis and Recommendations for Deforestation Reduction and Livelihood Improvement. Laporan Akhir. Bandar Lampung. 152 hlm.
Permentan No 52/Permentan/OT.140/9/2012. Pedoman Penanganan Pasca Panen Kopi.
Permentan No 49/Permentan/OT.140/4/2014. Pedoman teknis budidaya kopi yang baik (Good Agriculture Practices/GAP on Coffee).
Prasmatiwi, F. E., Evizal, R., Nawansih, O., Rosanti, N., & Qurniati, R. (2023). Keragaman tanaman dan sumbangan penerimaan tumpangsari kopi dan lada di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Jurnal Agrotek Tropika, 11(1), 45–53.
Siagian, R. (2022). Penanganan Residu Glifosat dan Parakuat Pada Biji Kopi Ekspor. https://ditjenbun.pertanian.go.id/penanganan-residu-glifosat-dan-parakuat-pada-biji-kopi-ekspor/
Widiyani, D.P. dan J.S.S. Hartoto. (2022). Studi eksplorasi agriklimat tanaman kopi Robusta (Coffea canephora) Kabupaten Tanggamus Lampung. Agrinika, 5(1), 20-29

